Yaya Moektio Tutup Usia Drummer Legendaris God Bless yang Musiknya Idolakan Banyak Generasi

drummer legendaris Yaya Moektio
drummer legendaris Yaya Moektio

GENZIRO.ID, Inspirasi Muda – Genzers, kabar duka menyelimuti dunia musik Tanah Air. Yaya Moektio, mantan drummer band legendaris God Bless, meninggal dunia pada Senin, 8 Desember 2025, pukul 04.00 WIB di RS Fatmawati Jakarta.

Kepergian salah satu ikon musik rock Indonesia ini langsung meninggalkan jejak kesedihan bagi para musisi dan penggemarnya.

Kabar duka tersebut pertama kali disampaikan lewat unggahan resmi God Bless di akun Instagram @godblessrocks.

Baca Juga :  Mengenang Yaya Moektio, Drummer Berkarakter yang Ngebentuk Warna Musik Rock Indonesia

“Kami dari keluarga besar God Bless menyampaikan kabar duka yang mendalam. Telah berpulang dini hari ini (8/12) pada pukul 04.00 WIB di RS Fatmawati, Jakarta, saudara kami Bapak Yahya Karya Konsepsianto bin Moektio (Yaya Moektio),” tulis mereka.

Buat banyak penikmat musik, Yaya bukan sekadar drummer. God Bless menyebut ia punya peran besar dalam perjalanan band dan musik rock Indonesia.

Baca Juga :  Keren Abis! Kunti Zahra Sabet Juara 1 Cerpen Festival Literasi Keagamaan 2025

Energi, teknik, dan “warna” yang dibawanya di setiap penampilan menjadi alasan kenapa namanya begitu dihormati.

Lahir di Manado pada 30 Agustus 1957, Yaya sudah aktif bermusik sejak era 1970-an.

Kariernya panjang dan penuh warna mulai dari bermain rock bersama God Bless dan Gong 2000, hingga menjelajah pop dan jazz bareng Ian Antono, Indra Lesmana, dan Gold Guys.

Baca Juga :  Keren Abis! Kunti Zahra Sabet Juara 1 Cerpen Festival Literasi Keagamaan 2025

Yaya juga dikenal sebagai drummer yang adaptif, disiplin, dan punya ciri permainan yang kuat.

Di balik panggung, Yaya adalah ayah dan suami. Ia meninggalkan istri bernama Enny dan dua anak, Rama Yaya Moektio dan Dimas Moektio.

Kepergian Yaya memang menjadi kehilangan besar bagi dunia musik. Namun, karya dan pengaruhnya akan selalu hidup, menyalakan inspirasi baru bagi generasi muda—termasuk kalian, Genzers.